Just relax, take it easy

January 20, 2010

Weh, da lama jg ga berpikir sesuatu yg dalem-dalem, dari maren otak cukup dipake sampe di permukaan aj, hehe, nothing inspire me to do deep things. Tapi da beberapa hari ini, entah flashback, ato otak yg mundur, I’m starting to listen to old songs, mostly from boyband. Hahaha, call me sissy or whatever you like, tapi seiring dewasanya gw, lagu ga cuma masalah cinta n keren tok, what an empty thoughts kalo cuma mikirin sbatas itu. Sekarang uda mulai melihat isi dan inti dari lagu itu, apalagi lagu-lagu jaman dulu kebanyakan lagu-lagu yg orisinil dan meaningny pun pasti orisinil.
Lagu yg ga sengaja tershuffle ama itunes gw adalah laguny Boyzone, yg Father and Son. Dari dulu emang da tau enak ne lagu, dan cuma dimengerti sebatas enak, dan lagu ttg seorang ayah menasehati anaknya ttg kehidupan. Tapi ternyata, di usia sekarang lah gw mrasa dinasehati melalui lagu ini. I’m almost 23 and I kinda rush a lot of things, and maybe skipping a lot of good things that can give me more color in my life. The first line ditulis, ‘It’s not time to make a change, just relax, take it easy…you’re still young, that’s your fault, there’s so much you have to go through’, this line reminds me gimana gw dulu dan bahkan hingga sekarang, uda banyak yg pengen gw ubah secara cepat, faster than it suppose to be, yg ada jadiny hanya lack of this and that, yg pasti, lack of maturity. Ya bener, live this life the it suppose to be, never grow up is the best thing that could ever happen. Dan mungkin emang my fault karena tetep masi muda, tapi melalui kemudaan ini gw bisa bersyukur juga karena banyak hal yg masi bisa gw lakuin dan gw lewatin. Ga ada ukuran seseorang dibilang masi muda atau tua, that’s why I’m not going to rush a lot of things, even if I’m 30 and I’m still single and doing crazy things, that means i’m relaxing my life down and not putting things in a great rush.
The next line is ,’Find a girl, settle down, if you want, you can marry…look at me, i am old, but I’m happy’, setelah gw dengerin this line beberapa kali, the father wants the son to settle with his life then find a girl yg bisa settle berdua, dan apabila uda siap, you can marry, menikahlah… Yap, this is what I’m going to do exactly, gw uda punya cewe dan gw jauh dari settle, dan mungkin masi 8-10 taon lagi gw baru akan merasa settle, dimana saat itu gw uda pasti berumur 30an, by that time, call me old, but i’m happy. Di masa 8-10 taon itu lah gw mencari sebuah kesettlean hidup, kesettlean jiwa, kesettlean emosi, dan berbagai hal lainnya, sehingga this marry thing is going to be once after I’m settle with my life, I can settle with the girl I love. To those singles out there, jangan putus asa dan merasa dunia uda mao armageddon, justru perbanyak kegiatan yg ga bisa dilakukan orang-orang yg double dengan tujuan mencapai berbagai kematangan aspek hidup. Orang bilang jodoh ga akan kemana, yap, that’s so damn true, my friend, Tuhan bakal kasi jodoh, the best one ketika Dia pun ngeliat kita uda settle untuk hal itu, ya, He knows us better than we know our own.
‘But take your time, think a lot, think of everthing you’ve got, for you will still be here tomorrow but your dreams may not… This is the most meaningful and powerful line. Pikirkan segala apapun yg kita punya, dan jangan cepet berpuas diri dengan yg kita punya sekarang. Ada beberapa hal yg udah gw achieve, tapi dari wejangan bung keating, gw masi ada hingga sekarang tapi mimpi gw blm ada, dan gw harus get going with my life, work harder, live harder, dream harder, and hopefully I’ll achieve bigger, tapi akhirnya only one point of this, getting myself settle. Karena banyak orang yg merasa dirinya cukup dan settle padahal baru menajajaki fase2 awal, tapi banyak orang yg uda maen masuk aja ke fase yg akhir dan dia berharap bisa kembali ke awal tapi uda ga mungkin, karena uda banyak hal ketinggalan dan ga mungkin murni ulang bulet-bulet ke tahap awal itu. So we need to think everything harder, are we settle enough to run to the last phase of our life? Because our dreams might get left behind us and takes a lot of time to retrieve the dreams that left behind.
‘From the moment I could talk, I was ordered to listen’, this is the line that makes me think, yeah, that’s right, ketika kita uda mulai bisa berbicara, itulah saat dimana kita juga harus bisa mendengarkan. I just realize this after I listen to this song few times, ya, betul, if we can talk, then we must listen. Dimulai dari hal simple, ketika kecil, disuru makan, kita harus nurut, jangan keluar2 rumah, nurut, dimulai dari hal itu aja, ketika kita bisa mendengarkan apa kata orang tua kita, when we grow up, we become a goor person, we can talk with a whole new level and be a good listener.
and the fifth and the last point, ‘All the times, that I’ve cried, keeping all the things I knew inside and it’s hard, but it’s harder to ignore it’. This is true, when we’re young, sebisa mungkin jangan pendem apa yg kita rasain dalem hati, let it out, kluarin sekluar2nya, even sampe kita harus nangis untuk ngomong masalah itu, why not? Crying is one natural thing to let a pain out. Gw perna mengalami ini, keeping everything inside, and it is hard, dan lebih susa lagi memang ketika gw mao mengignore itu karena that thing akan terus ngebuat hati ga tenang dan jadi beban yg so so heavy. While we’re young, what’s the harm of sharing, no bond to anything and we can tell anything to our family and friends, once we step into a more complicated life, our secret, our pain is ours to keep, not public consumption.
Dari lagu yg cuma berdurasi 2menit 37 detik, begitu dalem meaning yg didapet, mungkin impactny bisa dirasakan hingga ke 2 keturunan… gw ga melebih2kan, tapi emang pada kenyataannya, dari hal-hal simple bisa didapet banyak pelajaran tentang kehidupan yang bisa kita pegang hingga ke generasi kita yang entah sampe ke brapa generasi, it’s just the matter of how we live by our own principles and try to live careful and according to plan, ga perlu memburu2 suatu hal, everything can wait and everything has its own time.
Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s