Years Past, Present, and Future

July 27, 2010

Hari ini, 27 Juli 2010, a hard-rainy day di pagi hari. Andai saja hari ini sabtu, mungkin sekarang gw belom bangun,hehe. But the awful truth is gw harus bangun, mandi dan ke kantor, oogghhhh… malasnyaa… Ketika morning routine da beres, I started to sit down in front of my toast and look out through my window. Di jalanan yang becek di gang rumah uda sepi dan ga ada siapa-siapa, cuma beberapa mobil yang keluar rumah bersiap menuju kantor. And then I flash my life back to 10 years ago, berarti pas gw masi umur 13 tahun. Masa-masa gw masi SMP, ga ada yg gw pikirin selain belajar, maen, dan ketawa-tawa di sekolah. What a great time back then. But again, semakin gw pikirkan kehidupan gw ke depan, semakin gw bersyukur akan apa yang uda dikasi k gw. Even got 3 new members on the family now, 3 dogs, haha. Saat itu pagi-pagi lagi sibuk-sibuknya sarapan, pake kaos kaki, spatu n nunggu jemputan dateng, dan sampe sekolah, let the fun start there,hehe.

Maybe 10 years back adalah masa dimana gw pengen banget balik ke sana, as a fresh start, no no, fresh restart. But when I’m 13, I want to turn 23 quick, kalo bisa ulang tahun berikutny gw langsung umur 23 deh. So that I’ll look mature, got my own job, my own money. Ya bener, masa-masa tanpa beban, bebannya cuma pas terima rapor aja, saat-saat dimana pasti gw nangis bombay dimarain nyokap, haha… Ya itu aja yang gw pikirin, cukup pikirin belajar, sabtu mo maen game apa, ato mo pegi nonton apa, ato mo ke ruma siapa, life is all about having fun with our own activity tanpa beban. I’m not saying I’m not happy with the way things are right now, tapi kalo bisa, I want to make up for something, something that’s not right in the present day. I dont know what, I just haven’t list any of that. But again, kalo emang we can wind the time back to the past, we can never learn anything from the past, malah mungkin people bakal jeopardize hidup orang lain by knowing time can go back.

Talking about winding time back, gw selalu teringat dengan film Butterfly Effect. The main character can go back into time dan memperbaiki hal di masa lalu dan berharap di masa sekarang dan masa mendatang bakal jadi lebih baik, but it’s like a sickness actually. He can go back, he can fix things, but for he’s own good, tapi efek terhadap orang lain yang berbeda, yg kita inginkan ga selalu baik buat sekeliling kita. I never forget about this one and selalu inget, yeppp… mungkin gw mao kembali ke jaman dulu, ke masa kecil gw dengan sebuah list yg harus gw perbaiki, harus gw hindari dan harus gw pertahankan. Maybe go back 10 years back, but 10 years after that, apakah sekeliling gw merasakan hal yang lebih baik or they get worse? Karena bisa dibilang secara ga sadar kita uda menimbulkan dampak bagi seseorang, penting atau tidak orang itu, kenal atau tidak. Remembering this selalu membuat gw bersyukur akan apa yang uda terjadi dalam hidup gw. Ya meski ga seluruhnya sesuai dengan keinginan gw, tapi setidaknya gw bisa melihat orang-orang sekitar gw terutama orang-orang yang gw sayang ga menderita akibat keegoisan satu orang, apalagi karena diri gw sendiri, I will not forgive myself if that happen.

Beberapa waktu yang lalu gw emang selalu berharap untuk bisa go back in time, wanna fix this and that, dont wanna meet him and her, gotta go here and there. Tapi thank God time can never go back and no one invent any time machine. Dengan begini, gw bisa merasakan gimana rasanya jatuh, nikmatnya bisa bangkit lagi dan bersyukur kalo gw bisa menyentuh hidup seseorang and make that person as more than a great person right now. Mungkin ada beberapa orang yang merasakan pengaruh baik dari hidup gw, for that I’m glad dan gw berharap gw bisa terus memberikan good influence bagi setiap orang. Bottomline, gw bersyukur dengan berbagai kesalahan dan kejatuhan yang pernah gw rasakan, bahkan lebih mensyukuri hal-hal itu ketimbang masa-masa bangkit, masa-masa di atas, karena dari kejatuhan itu lah gw belajar banyak tentang arti kehidupan yang sesungguhnya sehingga gw bisa menghargai apa yang gw miliki sekarang tanpa melupakan masa lalu gw. Dan di masa depan, even if gw bener-bener berpengaruh pada segelintir orang, besar kecilnya pengaruh itu, I don’t expect to be remembered, but I will still support those people from distance with bunch of prayer for their success, cos I’m starting to see life is not about myself, it’ll be much more meaningful if I could put more concern to other people’s life.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s