Positive? Optimist?

November 10, 2010

What a glorious week this is, had a great training course yesterday and the result went well. Kemarin, 9 November 2011, by the way gw tulis tanggal biar bisa keep track dari tulisan-tulisan ini, kadang ngetiknya kapan postnya kapan, berantakan,hehe. Kemarin gw mengikuti Positive Mental Attitude Training di company dan kembali, a great and fun training, gak berasa kalo itu corporate stuff. Jadi ya semua itu tentang gimana memiliki sebuah mindset yang positif dalam kehidupan, et cetera et cetera et cetera. Seperti biasa, bersyukur memiliki otak yang masi bisa muter dan berjalan sebagaimana mestinya, selama hampir 8 jam, gw memikirkan setiap materi dan refleksiin ke kehidupan gw. It’s all about being positive in the start, optimism comes along the way, and in the end we’ll finish strong.

Being positive pada akhirnya akan membuat kita memandang segala sesuatu dari sisi yang baik. Menurut gw, ga ada hal yang 100% kecuali Tuhan. Setiap hal positif pasti ada negatifnya, hal negatif selalu ada positifnya meski sedikit atau kecil persentasenya. Tapi itu semua kembali lagi kepada kita, bagaimana kita ngeliat sebuah hal atau sebuah kejadian. Apa kita bisa mengambil sisi positifnya atau cuma ngeliat yang negatif terus. Mungkin yang diumpamakan orang in general adalah ketika kita dalam pekerjaan mengalami hal yang ga enak, dimarain bos, client or customer, banyak dari kita mungkin bersungut-sungut dan mengutuk whoever it is yang marain kita yang bikin mood kita jelek. Dan yang paling pasti adalah mengutuk pekerjaan kita. That’s the negative side, if we keep on thinking positively, kita pasti gak akan yang namanya ngumpat yang ada malah menafsirkan itu sebagai suatu tantangan untuk bisa menjadi lebih baik dan mensyukuri kita uda punya pekerjaan while millions out there is desperate for a job.

Ya itu contoh simple yang pasti sering kita temuin dan gw alamin juga. Terkadang gw mengeluh, that’s the time I was being negative. Tapi coba ambil waktu beberapa detik dan pikirkan lagi, semua hal yang ada pada kita harus dilihat dengan kacamata positif yang pada akhirnya membuat kita bersyukur akan apa yang kita punya. Semalem gw berhasil menyelesaikan buku yang gw baca dari 2 minggu yang lalu, kenapa gw bilang berhasil karena itu adalah sebuah pencapaian buat gw yang akhirnya bisa menyelesaikan sejilid buku setelah sekian lama, haha. Buku yang judulnya ‘How To Enjoy Your Life and Your Job’ yang ditulis oleh Dale Carnegie, yang adalah seorang yang ahli di bidang self-improvement, salesmanship, corporate training, public speaking and interpersonal skills. Well, apa yang diajarkan di buku itu, intisarinya adalah memandang hal dan menanggapi berbagai hal dengan sikap yang positif. Di buku itu dia mencontohkan berbagai tokoh-tokoh yang berjaya di masa dia masi berkarya seperti Roosevelt, Lincoln, Franklin yang bagaimana tokoh-tokoh itu merupakan negarawan terkenal yang sempat menghadapi berbagai situasi yang benar-benar bikin tertekan. Lincoln dengan perang saudara, Roosevelt dengan perang dunia yang semuanya adalah perihal yang menyangkut revolusi dalam kehidupan manusia. Dalam event seperti itu para tokoh itu dituntut untuk berkepala dingin dan tidak cepat bertindak didasarkan emosi. Apa yang mereka lakukan? Berpikir positif. Emosi sudah menggerakkan tapi coba pikirkan lagi beberapa detik dan beberapa menit secara positif, hasilnya akan lebih baik dan bahkan bisa menghindarkan dari hal yang lebih parah lagi. By the way, it’s a book that worth the read, bukannya promosi, tapi bukan semacam buku motivasi yang bullshit ini itu, tapi lebih ke pembelajaraan dalam cara kita bertindak di kehidupan kita sehari-hari.

Dikatakan juga ketika kita hendak mengomentari seseorang, ada baiknya gunakan kata-kata yang positif. Jangan sekalipun menyelipkan hal-hal yang negatif. Even sesimple itu yang ga pernah gw sadarin ketika ngomong butuh berpandangan dan bertindak positif juga, pemilihan kata pun harus yang positif juga. Setelah baca buku itu, gw berpikir, “wow, what an amazing words dan how amazing a 200 pages of book can change the way I see things now.”. Beberapa taon ini gw uda coba menjalani hidup dengan berpikir dan berpandangan positif terhadap berbagai hal yang menurut gw uda banyak membantu diri gw melewati masa-masa sulit dalam hidup gw. Tapi bermindset positif gak berhenti ketika kita uda beres dan keluar dari sebuah masalah berat kita. Pepatah mengatakan hidup seperti roda, kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Tapi gawatnya kita gak tau kapan kita akan berpindah posisi ke bawah. Semua bisa terjadi dengan instan dengan tiba-tiba kita terpuruk, which is amit-amit ye kalo tiba-tiba terpuruk, hehe. Tapi kalo kita uda memiliki mindset positif about our life dan apapun yang kita jalanin dalam hidup kita, keterpurukan pasti bisa kita tanggapi dengan positif dan bisa membuat kita berpikir jernih untuk bangkit. Well, bangkit dari keterpurukan bukanlah hal yang gak mungkin. Semua hal di dunia ini adalah mungkin, tergantung dari diri kita mau atau tidak untuk berusaha bangkit, mau atau tidak untuk memiliki mindset positif. Kenapa mindset? Karena mindset merupakan sebuah hal yang tertanam di pikiran kita dan menjadi standar kita berpikir ketika menghadapi berbagai hal dalam hidup. Even hal terburuk pun kalo dihadapi dengan mindset yang positif gak akan terlihat terlalu buruk.

Gw share ini bukan berarti gw uda memiliki mindset yang positif. Gw masi jauh dari itu dan nampaknya akan sulit bagi manusia untuk memiliki mindset yang positif 100% sementara kita disuguhkan dengan pemberitaan yang negatif terus menerus. Kita dekat sekali dengan media, dan masalahnya media gembar-gembor akan isu yang negatif semata untuk menaikkan rating dan untuk makan para jurnalis dan kru nya. Well, ga salah, itu hal yang mendasar bagi setiap orang, tapi kembali lagi kepada kita, apakah kita mao telen semua yang negatif itu bulat-bulat ato kita telaah secara mendalam dan mencari sinar positif dari kenegatifan tersebut. Saat ini pun gw masi terus berusaha untuk terus berpikir positif dalam berbagai hal, karena gw da menemukan banyak manfaat dari itu semua, tapi gw sadar pribadi gw sebagai manusia tetep mudah diguncang oleh hal-hal negatif meski gw saat ini uda mulai untuk positive thinking menghadapi hal itu semua. Dari berpikiran positif, mampu mengantarkan gw untuk lebih optimis dalam menghadapi banyak hal, dan in the end, I can finish things strong. Hal negatif memang besar sekali pengaruhnya, dalam matematika pun sekali saja ketemu tanda minus, hasilnya akan langsung negatif. Itu contoh simplenya, tapi disadari apa ga, itulah yang terjadi, hal negatif bisa merubah pandangan kita terhadap sesuatu ato seseorang. Let’s be positive today and tomorrow, change the way of thinking then we’ll change a lot of things.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s